ALAT BANTU DENGAR
Better hearing for a better quality of life
Cara membeli alat bantu dengar
Tentang Kami
PELAYANAN Better Hearing Indonesia
1. APA ITU ALAT BANTU DENGAR ?
2. BAGAIMANA ALAT BANTU DENGAR BEKERJA ?
3. MACAM-MACAM JENIS ALAT BANTU DENGAR
4. BAGAIMANA CARA MENENTUKAN ALAT BANTU DENGAR ?
5. ALAT BANTU DENGAR UNTUK GANGGUAN RINGAN - SEDANG
6. ALAT BANTU DENGAR UNTUK GANGGUAN BERAT
7. ALAT BANTU DENGAR UNTUK GANGGUAN SANGAT BERAT
8. FITUR ALAT BANTU DENGAR
9. BATERAI ALAT BANTU DENGAR
10. NANO COATING
11. SERTIFIKAT DISTRIBUTOR RESMI
4. BAGAIMANA CARA MENENTUKAN ALAT BANTU DENGAR ?

Tak perlu binggung untuk memilih alat bantu dengar...  Hal yang harus dilakukan dalam memilih untuk menggunakan alat bantu dengar yaitu dengan memeriksakan pendengaran menggunakan tes Audiometri terlebih dahulu, hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil Audiogram yang pada akhirnya dapat menentukan alat bantu dengar yang tepat untuk gangguan pendengaran yang dialami.


Definisi Audiometri nada murni

Audiometri nada murni adalah langkah pemeriksaan lanjutan setelah pasien melewati tahapan anamnesa dan otoskopi, definisi audiometri itu sendiri adalah pemeriksaan ambang dengar seseorang dengan memberikan stimulus bunyi pada frekuensi dan intensitas tertentu, hasil dari pemeriksaan Audiometer dicatat dalam suatu catatan yang disebut
Audiogram.
Pada dasarnya telinga manusia dapat mendengar melalui dua cara, pertama melalui hantaran udara dan yang kedua hantaran tulang. Pada proses mendengar melalui hantaran udara, bunyi didengar melalui jalur yang biasa, yaitu masuk melalui saluran pendengaran kemudian ke gendang telinga selanjutnya ke rumah siput hingga sampai ke otak. Sedangkan pada proses pendengaran melalui hantaran tulang, gelombang bunyi akan menggetarkan tulang tengkorak yang kemudian getaran tersebut akan menggetarkan hear cell di rumah siput, para ahli sendiri hingga kini belum mengetahui dengan jelas proses terjadinya bunyi melalui hantaran tulang secara detail. Contoh proses mendengar melalui hantaran tulang adalah apabila kita menggaruk kulit kepala kita, maka suara itu didengar melalui hantaran tulang, namun bila kita menggaruk baju kita maka proses mendengarnya adalah melalui hantaran udara.
Pada tes pendengaran dengan menggunakan
Audiometri terdapat dua tes yang dilakukan yang pertama hantaran udara dan hantaran tulang


Audiogram

Audiogram merupakan catatan dari hasil pemeriksaan Audometri. pada Audiogram terdiri dari dua bentuk tingkatan yaitu frekuensi dan hearing level. Frekuensi diawali dari 250 – 8000HZ, dan Intensitas suara (hearing Level) dengan satuan dB (desible) dari -10 sampai 120dB.
 

Keterangan gambar cara membaca
Audiogram untuk menentukan Alat bantu dengar yang tepat.
0 hantaran udara telinga sebelah kiri, < hantaran tulang telinga sebelah kiri
X hantaran udara telinga sebelah kanan, > hantaran tulang telinga sebelah kanan
Pada hearing level dan frekuensi dapat di klasifikasikan seperti pada gambar di bawah ini :

 
Pada klasifikasi hearing Level disini kita dapat membaginya kedalam 3 bagian yaitu suara lembut yang berkisar antara -10dB sampai dengan 35dB ilustrasi gambaran suara lembut yaitu suara di suasan taman yang jauh dari keramaian. Untuk klasifikasi suara sedang kisaran 40dB sampai dengan 70dB suara yang termasuk kedalam suara sedang dapat di ilustrasikan pada suara ketika berada dalam lingkungan ramai seperti di kantor, atau bahkan di jalan. Sedangkan untuk klasifikasi suara keras berkisar antara 70dB sampai dengan 120dB gambaran suara tersebut dapat di ilustrasikan seperti suara bisingnya mesin di bengkel, suara perbaikan jalan, bahkan suara ledakan petasan termasuk kedalam klasifikasi suara keras.

 
Untuk memudahkan pengertian Klasifikasi Frekuensi Audiogram dapat dibagi kedalam 2 bagian yaitu frekuensi rendah yang berada pada frekuensi suara 250Hz sampai 1500Hz. Sedangkan pada frekuensi suara Tinggi di mulai dari 2000Hz sampai dengan 8000Hz.

untuk menentukan
alat bantu dengar kita tinggal menyesuaikan saja point point catatan audiogram dengan gambar seperti di gambar...lihat lebih jelas berada dimana yang paling banyak poin poin X yang menandakan telinga kiri atau poin poin 0 yang menandakan telinga kanan, semuanya ada pada hasil pemeriksaan (audiogram) untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar di bawah ini :
 
Bila hasil pemeriksaan audiometri menghasilkan point point yang mendekati klasifikasi seperti gambar di atas maka anda sudah dapat menentukan ala bantu dengar yang tepat untuk gangguan pendengaran yang anda alami. Untuk lebih jelasnya kita dapat melihat contoh hasil audiogram seperti di bawah ini :
 
 
Gambar Contoh hasil Audiogram diatas menunjukkan bahwa (X) / hantaran udara terbanyak yang berada di poin 40dB secara teori perhitungan ambang dengarnya dilihat hanya pada poin di frekuensi 500 1000 2000 dan 4000Hz di bagi 4 misalnya pada contoh diatas pada frekuensi 500=40dB, 1000=40dB, 2000=30dB, 4000=45dB maka dengan penentuan rumus menjadi 40+40+30+45:4=38,75 dapat disimpulkan penderita mengalami gangguan pendengaran dengan ambang dengar 39dB maka gangguan pendengarannya memiliki gangguan pendengaran ringan
untuk mempermudah maka di daerah berwarna kuning tersebut menandakan bahwa daerah tersebut merupakan Kehilangan Pendengaran ringan. Hal ini berarti Anda harus menggunakan alat bantu dengar yang sesuai yaitu Kehilangan Pendengaran ringan. klik gambar di bawah ini, untuk mengetahui lebih jelas spesifikasi
alat bantu dengar yang sesuai dengan hasil audiogram anda :












ALAT BANTU DENGAR
PRODUK
PROMO
LOKASI KAMI
ARTIKEL
Event Galery
FORUM ALAT BANTU DENGAR